Kamis, 22 Oktober 2020

KEGIATAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH LURING


Delapan bulan kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah tanpa kegiatan tatap muka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pun harus dilakukan dengan memanfaatkan media online. Sudah banyak media online yang digunakan contohnya, WA Group, Google classroom, zoom meeting, Microsoft Teams, Edmodo dan E-learning yang lain. Dengan dilaksanakannya PJJ, harapannya bisa mencegah penularan virus Covid19 dari resiko kerumunan anak-anak di sekolah.
 
Namun, dalam penerapan PJJ sebagian besar peserta didik di Indonesia ternyata masih mengalami banyak masalah. Baik dari segi fasilitas, keefektifan belajar, maupun keadaan sosial ekonomi masyarakat sendiri. Apalagi sekolahan yang berada di pinggiran dengan minimnya fasilitas sehingga menyulitkan kegiatan  PJJ terlaksana dengan baik.
 
Guru perlu secara mandiri atau berkolaborasi dengan rekan sejawat mengevaluasi kurikulum yang ada. Sehingga hasilnya dapat diterapkan dalam KBM selama pandemi ini, tentu dengan mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar dari rumah. 

Untuk menjangkau siswa yang yang tidak memiliki fasilitas untuk PJJ maka guru melakukan kunjungan kerumah siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring. Kunjungan ke rumah siswa dilakukan dua minggu sekali. Selain itu juga untuk memberikan motivasi kepada siswa untuk tetap  semangat mengikuti KBM secara daring maupun secara luring.
 
Walaupun dengan pembelajaran jarak jauh, tugas guru sebagai fasilitator pembelajaran tetap melekat. Pembelajaran Jarak Jauh dapat disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan sarana pembelajaran yang ada. Sebenarnya pembelajaran jarak jauh, tidak harus melulu menggunakan smartphone/komputer atau jaringan internet. 
 
 
 

0 komentar:

Posting Komentar